Tugas IBD 8 Manusia dan Tanggung Jawab

Admin 9:40 AM



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
    Pada dasarnya manusia dan tanggung jawab itu berada dalam satu naungan atau berdampingan. Tanggung Jawab adalah suatu kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanggung Jawab juga berati berbuat sebagai wujudan atas perbuatannya. Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing. Diantaranya tanggung jawab seorang pelajar atau mahasiswa akan belajar, tanggung jawab seorang dosen kepada mahasiswa atau mahasiswinya, tanggung jawab seorang presiden kepada negara dan rakyatnya, tanggung jawab seorang ayah kepada istri dan anak-anaknya, dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan yang telah Menciptakan kita.
    Selain tanggung jawab, dalam diri manusia juga terdapat pengabdian. Pengabdian dapat diartikan sebagai pilihan hidup seseorang apakah ingin mengabdi kepada orangtua, kepada agama dan Tuhan ataupun kepada bangsa dan negara dimana pengabdian akan mengandung unsur pengorbanan dan kewajiban untuk melakukannya yang biasanya akan dihargai dan tergantung dari apa yang diabdikannya. Sebagai contoh, bila orang tua mengabdi untuk mengasuh anak-anaknya berkemungkinan besar nanti anak-anaknya akan berbakti juga kepada kedua orangtuanya, biarawan/wati yang mengabdi kepada agama dan Tuhannya nantinya akan dibalas amalannya di surga, ataupun pengabdian seorang pegawai negeri pada bangsa dan negaranya biasanya akan diberi semacam penghargaan/tanda jasa dari negara yang bersangkutan.
B.     RUMUSAN PEMBAHASAN
  1. Apakah pengertian dari Manusia itu ?
  2. Apakah pengertian dari Tanggung Jawab itu ?
  3. Apakah macam-macam dari Tanggung Jawab ?
  4. Apakah pengertian dari Pengadian dan Pengorbanan ?
C.    TUJUAN PEMBAHASAN
    Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui lebih jelas tentang tanggung jawab yang dialami oleh manusia dan bentuk-bentuk dari tanggung jawab yang dialami manusia. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh tanggung jawab terhadap manusia.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN MANUSIA
    Manusia adalah makhluk yang paling mulia disisi Allah SWT. Manusia memiliki keunikan yang menyebabkannya berbeda dengan makhluk lain. Manusia memiliki jiwa yang rohaniah, ghaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena pada manusia terdapat daya berfikir, akal, nafsu, kalbu, dan sebagainya.
    Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

B.    PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
    Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
    Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.
    Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial.Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam ja­minan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak meng­ganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama. Masalah tanggung jawab dalam konteks individual berkait­an dengan konteks teologis.Manusia sebagai makhluk indivi­dual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap diri­nya (seimbangan jasmani dan rohani) dan harus bertanggung jawab terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang mendalam. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat keyakin­annya terhadap suatu nilai.
    Demikian pula tanggung jawab manusia terhadap Tuhan­nya, manusia sadar akan keyakinan dan ajaran-Nya. Oleh karena itu manusia harus menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar manusia dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar.
    Tanggung jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian.Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan berusaha melalui seluruh po­tensi dirinya. Selain itu juga orang yang bertanggung jawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain.
    Tanggung jawab juga berkaitan dengan kewajiban. Kewa­jiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya. Kewajiban dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
  1. Kewajiban Terbatas
Kewajiban ini tanggung jawab diberlakukan kepada setiap orang. Contohnya undang-undang larangan membunuh, mencuri yang disampingnya dapat diadakan hukuman-hukuman.
      2.  Kewajiban tidak Terbatas
Kewajiban ini tanggung jawabnya diberlakukan kepada semua orang. Tanggung  jawab terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan dan kebajikan.
Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan,  karena orang tersebut dapat menunaikan kewajibannya. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang lain. Sebaliknya, jika orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulitan karena ia tidak mengikuti aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku. Problema utama yang dirasakan pada zaman sekarang se­hubungan dengan masalah tanggung jawab adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri terhadap pertanggungjawaban.
Orang yang bertanggung jawab itu akan mencoba un­tuk berbuat adil. Tetapi adakalanya orang yang bertanggung jawab tidak dianggap adil karena runtuhnya nilai-nilai yang dipegangnya dan runtuhnya keimanan terhadap Tuhan. Orang yang demikian tentu akan mempertang­gung jawabkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhan lah yang bisa memberikan hukuman atau cobaan kepada manusia agar manusia mau mempertanggung jawabkan atas segala perbuatannya.

C.     MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
            Manusia itu berjuang memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia akan menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Atas dasar ini, dikenal jenis-jenis atau macam-macam dari tanggung jawab.

   1.   Tanggung Jawab manusia terhadap diri sendiri
Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.

    2.  Tanggung Jawab kepada keluarga
 Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang-orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung Jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi Tanggung Jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

    3.  Tanggung Jawab kepada masyarakat
Satu kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Secara kodrati dari sejak lahir sampai manusia mati, memerlukan bantuan orang lain. Terlebih lagi pada zaman yang sudah semakin maju ini. Secara langsung maupun tidak langsung manusia membutuhkan hasil karya dan jasa orang lain untuk memenuhi segala kebutuhan hidup. Dalam kondisi inilah manusia membutuhkan dan kerjasama dengan orang lain.
Kekuatan pada manusia pada hakikatnya tidak terletak pada kemampuan fisik ataupun kemampuan jiwanya saja, namun juaga terletak pada kemampuan manusia bekerjasama dengan manusia lain. Karena dengan manusia lain, mereka dapat menciptakan kebudayaan yang dapat membedakan manusia dengan makhluk hidup lain. Yang menyadarkan manusia ada tingkat mutu, martabat dan harkat, sebagai manusia yang hidup pada zaman sekarang dan akan datang.
Dalam semua ini nampak bahwa dalam mempertahankan hidup dan mengejar kehidupan yang lebih baik, manusia mustahil dapat mutlak berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerjasama dengan orang lain. Kenyataan ini menimbulkan kesadaran bahwa segala yang dicapai dan kebahagiaan yang dirasakan oleh manusia pada dasarnya berkat bantuan atau kerjasama dengan orang lain didalam masyarakat. Kesadaran demikian melahirkan kesadaran bahwa setiap manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat. Boleh jadi inilah Tanggung Jawab manusia yang utama dalam hidup kaitannya dengan masyarakat.

   4.  Tanggung Jawab kepada Bangsa/Negara
Satu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individual adalah warga nagara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat olah norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

   5.  Tanggung Jawab kepada Tuhan
 Manusia ada tidak dengan sendirimya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana-sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.
Dalam mengembangkan dirinya manusia bertingkah laku dan berbuat. Sudah tentu dalam perbuatannya manusia membuat banyak kesalahan baik yangdisengaja maupun tidak. Sebagai hamba Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segala perbuatan yang saalah itu atau dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah Tuhan. Apabila tidak bersembahyang, maka manusia itu harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya itu diakhirat kelak.
Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya. Meskipun manusia menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya (ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.

D.    PENGERTIAN PENGABDIAN DAN PENGORBANAN
            Wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
   A.  Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebaga perwujudan, kesetiaan antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas.
Timbulnya pengabdian itu pada hakikatnya ada rasa tanggung jawab. Apabila kita bekerja keras dari pagi sampai sore dibeberapa tempat untuk memenuhu kebutuhan rumah tangga kita, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang kita pada keluarga. Lain halnya jika keluarga kita membantu teman, karena ada kessulitan, mungkin sampai berhari-hari ikut menyelesaikannya sampai tuntas, itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
Macam-macam pengabdian :
              a. Pengabdian kepada keluarga
Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini didasarkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang tidak disertai pengabdian. Berarti kasih sayang itu palsu atau semu. Pengabdian kepada keluarga ini dapat berupa pengabdian kepada istri dan anak-anak, istri kepada suami dan anak-anaknya, anak-anak kepada orang tuanya.
              b. Pengabdian kepada masyarakat
Manusia dalah anggota masyarakat, ia tidak dapat hidup tanpa orang lain, karena tiap-tiap orang lain saling membutuhkan. Bila seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memesyarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri, maka apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadai dan menyerah kepada masyarakat lingkungannya.
Oleh karena itu, demi masyarakat, anggota mayarakat harus mau mengabdikan diri kepada masyarakat. Ia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena nama baik tempat ia tinggal, membawa nama baiknya pula. Bila remaja masyarakat kampungnya terkenal dengan “remaja berandal” suka berkelahi, mengganggu orang, atau merampas hak orang lain, maka bagaimanapun juga ia akan merasa malu.
              c. Pengabdian kepada Negara
Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan negaranya. Mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Tidak ada arti cinta tanpa pengabdian.
              d. Pengabdian kepada Tuhan
Manusia tidak ada sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kapada Tuhan Yanag Maha Esa. Selain itu juga manusia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
    B. Pengorbanan
    Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
    Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca tau mendengarkan ceramah di masjid. Dari kisah para tokoh atau nabi, manusia memperoleh tauladan yang baik, sebagaimana mestinya wajib berkorban bagi orang yang mampu atau orang memiliki harta yang lebih.
    Wajib korban ini telah dikisah pada jaman Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengorbankan putra tunggalnya yang bernama Ismail. Walaupun Nabi Ibrahim sangat sayang pada putranya tersebut, akan tetapi perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya tetap dipatuhi dan dilaksanakan. Allah SWT menguji kesetiaan dan besarnya pengorbanan Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sampai hati melihat pisaunya menancap dan dipotongkan keleher putranya yaitu Ismail, tetapi ia sudah bertekad setia menjalankan perintah Allah SWT. Kemudian terbukti, bahwa putranya yang mau dikorbankan kepada Allah SWT sudah berganti biri-biri.
     Pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim kepada Allah SWT lebih tinggi kadarnya daripada pengorbanan Nabi Ibrahim sekarang yang ditiru oleh umat islam yang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci maupun umat islam di wilayah lain dengan mengorbankan ternak seperti kambing dan sapi untuk keperluan fakir miskin pada hari raya Idul Qurban atau pada hari raya Idul Adha.
     Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan dan dilakukan.
     Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, dan waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, akan tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

BAB III           
PENUTUP

A.    KESIMPULAN 
        Pada dasarnya Tanggung Jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang telah dilakukan atau diperbuat menjadi tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain, adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
        Orang yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang berlaku. Selain itu wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah suatu perbuatan yang baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA :
Ali, M. Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. PT RajaGrafindo Persada : Jakarta.
Hartono, Drs., dkk., ILMU BUDAYA DASAR: Untuk Pegangan Mahasiswa, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1991.
Suyadi M.P. Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Depdikbud U.T. 1984-1985.
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas  Gunadarma

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
It's possible to trade profitably on the Forex, the nearly $2 trillion worldwide currency exchange market. But the odds are against you, even more so if you don't prepare and plan your trades. According to a 2014 Bloomberg report, several analyses of retail Forex trading, including one by the National Futures Association (NFA), the industry's regulatory body, concluded that more than two out of three Forex traders lose money. This suggests that self-education and caution are recommended. Here are some approaches that may improve your odds of taking a profit. Prepare Before You Begin Trading Because the Forex market is highly leveraged -- as much as 50 to 1 -- it can have the same appeal as buying a lottery ticket: some small chance of making a killing. This, however, isn't trading; it's gambling, with the odds long against you. A better way of entering the Forex market is to carefully prepare. Beginning with a practice account is helpful and risk-free. While you're trading in your practice account, read the most frequently recommended Forex trading books, among them Currency Forecasting: A Guide to Fundamental and Technical Models of Exchange Rate Determination, by Michael R. Rosenberg is short, not too sweet and highly admired introduction to the Forex market. Forex Strategies: Best Forex Strategies for High Profits and Reduced Risk, by Matthew Maybury is an excellent introduction to Forex trading. The Little Book of Currency Trading: How to Make Big Profits in the World of Forex, by Kathy Lien is another concise introduction that has stood the test of time. All three are available on Amazon. Rosenberg's book, unfortunately, is pricey, but it's widely available in public libraries. "Trading in the Zone: Master the Market with Confidence, Discipline and a Winning Attitude," by Mark Douglas is another good book that's available on Amazon, and, again, somewhat pricey, although the Kindle edition is not. Use the information gained from your reading to plan your trades before plunging in. The more you change your plan, the more you end up in trouble and the less likely that elusive forex profit will end up in your pocket. Diversify and Limit Your Risks Two strategies that belong in every trader's arsenal are: Diversification: Traders who execute many small traders, particularly in different markets where the correlation between markets is low, have a better chance of making a profit. Putting all your money in one big trade is always a bad idea. Familiarize yourself with ways guaranteeing a profit on an already profitable order, such as a trailing stop, and of limiting losses using stop and limit orders. These strategies and more are covered in the recommended books. Novice traders often make the mistake of concentrating on how to win; it's even more important to understand how to limit your losses. Be Patient Forex traders, particularly beginners, are prone to getting nervous if a trade does not go their way immediately, or if the trade goes into a little profit they get itchy to pull the plug and walk away with a small profit that could have been a significant profit with little downside risk using appropriate risk reduction strategies. In "On Any Given Sunday," Al Pacino reminds us that "football is a game of inches." That's a winning attitude in the Forex market as well. Remember that you are going to win some trades and lose others. Take satisfaction in the accumulation of a few more wins than losses. Over time, that could make you rich!
No car insurance resource would be complete without a comprehensive glossary of car insurance terms. We've compiled a list of terms and their definitions to better help you navigate the sometimes confusing world of insurance Accident - This is an unexpected sudden event that causes property damage to an automobile or bodily injury to a person. The event may be an at-fault or not-at fault and it may be report or unreported. An accident involving two vehicles may be termed a collision. Accident report form - This is the report filed by police, often called the police report, containing the important information regarding the vehicle collision. This report will include the names of all individuals involved, vehicles involved, property damaged and citations that were issued. Adjuster - This is the person who will evaluate the actual loss reported on the policy after an accident or other incident. They will make the determination on how much will be paid on the auto insurance policy by the Insurer. Agent - This is a licensed and trained individual who is authorized to sell and to service insurance policies for the auto insurance company. At Fault - This is the amount that you, the policy holder, contributed or caused the auto collision. This determines which insurance agency pays which portion of the losses. Auto Insurance Score - This is a score similar to credit score that evaluates the information in your consumer credit report. These scores are used when determining pricing for your auto insurance policy. Negative marks on your credit report can increase your auto insurance premiums. The use of this information to determine policy pricing does vary from state to state. Automobile Insurance - This is a type of insurance policy that covers and protect against losses involving automobiles. Auto Insurance policies include a wide range of coverage's depending on the policy holders needs. Liability for property damage and bodily injury, uninsured motorist, medical payments, comprehensive, and collision are some of the common coverage's offered under an auto insurance policy. Binder - This is a temporary short-term policy agreement put in place while a formal permanent policy is put into place or delivered. Bodily Injury Liability - This is the section of an insurance policy that covers the cost to anyone you may injure. It can include lost wages and medical expenses. Broker - This is a licensed individual who on your behalf sells and services various insurance policies. Claim - This is a formal notice made to your insurance company that a loss has occurred which may be covered under the terms of the auto insurance policy. Claims Adjuster - This person employed by the insurance agency will investigate and settle all claims and losses. A representative for the insurance agency to verify and ensure all parties involved with the loss, get compensated fairly and correctly. Collision - The portion of the insurance policy that covers damage to your vehicle from hitting another object. Objects can include but are not limited to; another vehicle, a building, curbs, guard rail, tree, telephone pole or fence. A deductible will apply. Your insurance company will go after the other parties insurance policy for these cost should they be at fault. Commission - This is the portion of the auto insurance policy that is paid to the insurance agent for selling and servicing the policy on behalf of the company. Comprehensive - This is a portion of the insurance policy that covers loss caused by anything other than a collision or running into another object. A deductible will apply. This includes but is not limited to vandalism, storm damage, fire, theft, etc. Covered loss - This is the damage to yourself, other people or property or your vehicle that is covered under the auto insurance policy. Declarations Page - This is the part of the insurance policy that includes the entire legal name of your insurance company, your full legal name, complete car information including vehicle identification numbers or VIN, policy information, policy number, deductible amounts. This page is usually the front page of the insurance policy. Deductible Amount - This is the portion of the auto insurance policy that is the amount the policy holder must pay up front before the Insurance Company contributes and is required to pay any benefits. This amount can be within a wide range in price and varies from approximately $100 - $1000. The larger amount you pay in a deductible the lower your normal monthly/yearly policy will cost. This is the portion of the auto insurance policy that would be applicable only to comprehensive or collision coverage. Discount - This is a reduction in the overall cost of your insurance policy. Deductions can be given for a variety of different reasons including a good driving record, grades, age, marital status, specific features and safety equipment on the automobile. Emergency Road Service - This is the part of an auto insurance policy that covers the cost of emergency services such as flat tires, keys locked in the car and towing services. Endorsement - This is any written change that is made to the auto insurance policy that is adding or removing coverage on the policy. Exclusion - This is the portion of the auto Insurance policy that includes any provision including people, places or things that are not covered under the insurance policy. First Party - This is the policyholder, the insured in an insurance policy. Gap Insurance - This is a type of auto insurance provided to people who lease or own a vehicle that is worth less than the amount of the loan. Gap auto Insurance will cover the amount between the actual cash value of the vehicle and the amount left on loan should the care be stolen or destroyed. High-Risk Driver - If you have a variety of negative marks on your insurance record including driving under the Influences, several traffic violations, etc. you may be labeled as a risk to the insurance company. This will increase your insurance policy or may make you ineligible for coverage. Insured - The policyholder (s) who are covered by the policy benefits in case of a loss or accident. Insurer - Is the Auto Insurance company who promises to pay the policy holder in case of loss or accident. Liability insurance - This part of an auto insurance policy which legally covers the damage and injuries you cause to other drivers and their vehicles when you are at fault in an accident. If you are sued and taken to court, liability coverage will apply to your legal costs that you incur. Most states will require drivers to carry some variation of liability coverage Insurance and this amount will vary state by state. Limits - This is the portion of the auto insurance policy that explains and lists the monetary limits the insurance company will pay out. In the situation you reach these limits the policy holder will be responsible for all other expenses. Medical Payments Coverage - This is the portion of an auto insurance policy that pays for medical expenses and lost wages to you and any passengers in your vehicle after an accident. It is also known as personal injury protection or PIP. Motor Vehicle Report - The motor vehicle report or MVR is a record issued by the state in which the policy holder resides in that will list the licensing status, any traffic violations, various suspensions and./ or refractions on your record. This is one of the tools used in determining the premium prices offered by the insurance agency. This is also used to determine the probability of you having a claim during your policy period. No-Fault Insurance - If you reside within a state with no-fault insurance laws and regulations, your auto insurance policy pays for your injuries no matter who caused the accident. No-fault insurance states include; Florida, Hawaii, Kansas, Kentucky, Massachusetts, Michigan, Minnesota, New Jersey, New York, North Dakota, Pennsylvania, Utah and Washington, DC.. Non-Renewal - This is the termination of an auto insurance policy on the given expiration date. All coverage will cease as of this date and insurer will be released of promised coverage. Personal Property Liability - This is the portion of the auto insurance policy that covers any damage or loss you cause to another person's personal property. Personal Injury Protection or PIP - This portion of an auto insurance policy pays for any lost wages or medical expenses to you and any passengers in your vehicle following an accident. PIP is also known as medical payments coverage. Premium - This is the amount charged to you monthly, yearly or any other duration agreed upon by insurance company and policy holder and paid directly to the auto insurance company. A premium is based on the type and amount of coverage you choose for your vehicle(s) and yourself. Other factors that will affect your insurance premium prices include your age, marital status, you're driving and credit report, the type of car you drive and whether you live in an urban or rural area. Premiums vary by insurance company and the location you live. Quotation - This is the amount or estimated amount the insurance will cost based on the information provided to the agent, broker or auto insurance company. Rescission.- This is the cancellation of the insurance policy dated back to its effective date. This would result in the full premium that was charged being returned. Rental Reimbursement - This is the portion of the auto insurance policy that covers the cost of an automobile rental of similar size should the covered vehicle be in repair from a reported incident. Replacement Cost - This is the amount of money it would cost to replace a lost or damaged item at it is actually new replacement value. This monetary amount would be based on a new identical item in the current local market. Salvage - This is the auto insurance policy holders property that is turned over tot eh insurance agency in a loss final settlement. Insurance companies will sell the salvage property in hopes to recoup some of its monetary loss due to the loss and settlement. Second Party - this is the actual insurance company in the auto insurance policy. Surcharge - This is the amount added to your auto insurance policy premium after a traffic violation or an accident in which you were found to be at fault. Third Party - This is another person other than the policy holder and auto insurance company who has faced a loss and may be able to collect and be compensated on behalf of the policy holder's negligence. Total Loss - This is complete destruction to the insured property of a policy holder. It has been determined that it would be a great sum of money to repair the item rather than replace the insured piece of property to its state prior to the loss. Towing Coverage - This is the portion of the auto insurance policy that covers a specified amount for towing services and related labor costs. Under insured Driver - This is the portion of an auto insurance policy which covers injuries to you caused by a driver without enough insurance to pay for the medical expenses you have incurred from the accident. This is portion of the policy can vary state by state as some states include damage to the car in this section. Uninsured Driver or Motorist - This is the portion of the auto insurance policy which covers injuries to you caused by a driver who was without liability insurance at the time of the accident. Uninsured driver or motorist coverage comes in two different sections; uninsured motorist bodily injury and uninsured motorist property damage. Uninsured motorist bodily injury coverage covers the injuries to you or any passenger in your vehicle when there is an accident with an uninsured driver. Uninsured motorist property damage coverage covers the cost for the property damage to your vehicle when there is an accident with an identified uninsured driver. Uninsured driver or motorist coverage must be offered when you purchase the required liability coverage for your vehicle. You must sign a declination waiver if you decline Uninsured driver or motorist coverage. The majority of states require drivers to carry some form of uninsured motorist coverage. Some states include damages to your car in this coverage. Vehicle Identification Number or VIN - A VIN is a 17 letter and number combination that is the identification of the specific vehicle. It will identify the make, modem and year of the automobile. This number is typically located on the driver's side window on the dash. It can also be found on the vehicles registration and title